<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Anak Teladan</title>
	<atom:link href="http://yanatel.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yanatel.wordpress.com</link>
	<description>Maju Dalam Keteladanan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2009 05:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yanatel.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yayasan Anak Teladan</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yanatel.wordpress.com/osd.xml" title="Yayasan Anak Teladan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yanatel.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dalam Kegiatan</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 05:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Yanatel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=47&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/img_0357/' title='IMG_0357'><img data-attachment-id='43' data-orig-size='500,375' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0357.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0357" title="IMG_0357" /></a>
<a href='http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/img_0364/' title='IMG_0364'><img data-attachment-id='44' data-orig-size='500,375' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0364.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0364" title="IMG_0364" /></a>
<a href='http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/img_0369/' title='IMG_0369'><img data-attachment-id='45' data-orig-size='500,375' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0369.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0369" title="IMG_0369" /></a>
<a href='http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/kunjungan-youth-uniapro-mei-2006/' title='Kunjungan Youth Uniapro - Mei 2006'><img data-attachment-id='46' data-orig-size='604,455' data-liked='0'width="150" height="112" src="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/kunjungan-youth-uniapro-mei-2006.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="Kunjungan Youth Uniapro - Mei 2006" title="Kunjungan Youth Uniapro - Mei 2006" /></a>

<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=47&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2009/10/20/47/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0357.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0357</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0364.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0364</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0369.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0369</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/kunjungan-youth-uniapro-mei-2006.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kunjungan Youth Uniapro - Mei 2006</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menengok Tanah Impian</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/07/01/menengok-tanah-impian/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/07/01/menengok-tanah-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 14:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[tanah impian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[“Huek, huek… huuk!” Akhirnya muntah juga. Perutku seperti diaduk-aduk. Bau busuk rasanya tak hilang-hilang dari hidungku. “Masya Allah, telurnya busuk. Nggak jadi deh orak-arik kangkungnya!” Aku bergumam kesal. Segera aku mengangkat wajan dan membawanya keluar. Mantan orak-arik kangkungku kubuang perlahan di tempat sampah. “Tapi ganti sayur apa?” tanyaku dalam hati. Tak lama aku mendapat ide. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=17&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignleft" src="http://fitrahanugrah.blogsome.com/images/forever%20and%20one.jpg" alt="tanah impian" />“Huek, huek… huuk!” Akhirnya muntah juga. Perutku seperti diaduk-aduk. Bau busuk rasanya tak hilang-hilang dari hidungku.</p>
<p>“Masya Allah, telurnya busuk. Nggak jadi deh orak-arik kangkungnya!” Aku bergumam kesal. Segera aku mengangkat wajan dan membawanya keluar. Mantan orak-arik kangkungku kubuang perlahan di tempat sampah. “Tapi ganti sayur apa?” tanyaku dalam hati. Tak lama aku mendapat ide.<span id="more-17"></span></p>
<p>“Bu Is, minta kangkungnya, ya,” kataku pada tetangga paling dekat rumah.<br />
“Ambil sajalah, Mbak.” Bu Is, tetangga baruku, menjawab dari dalam rumahnya.<br />
Aku segera mengambil pisau dan wadah. Dengan gesit kupetik batang-batang kangkung di kebun belakang rumah Bu Is. Alhamdulillah, tidak perlu ke pasar untuk beli sayuran lagi. Satu genggam cukuplah untuk makan berdua. Aku cepat-cepat mencuci dan memasaknya.</p>
<p>“Abi, tahu nggak?”<br />
“Apanya?” tanya suamiku sambil menyendok nasinya lambat-lambat. Begitulah dia, makannya lambat. Bahkan lebih lambat dariku. Padahal, aku ini kalau makan dari dulu sudah paling lambat dibanding teman-teman kosku.<br />
“Ummi tadi masak sayurnya sampai dua ronde, lho! Gara-gara telurnya busuk. Telur yang dijual di sini banyak yang busuk ya, Bi?”</p>
<p>“Ya, memang begitu,” jawabnya ringan.<br />
“Kalau di Jawa nggak ada yang sengaja jualan telur busuk. Tapi kata Bu Is, di sini lain.” Suaraku menggantung.<br />
“Ummi jangan samakan Jawa dengan Timika sini. Kita harus pandai-pandai menyesuaikan diri.” Pesan sponsor suamiku itu selalu kudengar kalau aku sudah cerita, tepatnya membandingkan, Jawa dengan Papua.</p>
<p>Kesan pertama tinggal di sini memang tak menggoda. Sampah-sampah menumpuk di pinggir-pinggir jalan. Belum lagi ludah merah, bekas orang mengunyah buah pinang dan kapur sirih, ada di mana-mana, tak sedap dipandang. Dan pasarnya…. luar biasa beceknya.</p>
<p align="justify">Pengalaman belanja di pasar sempat pula membuatku takut belanja. “Kalau tak punya uang, tak usah beli!” teriak seorang pedagang saat aku berusaha menawar sebuah labu kuning kecil. Enam ribu, yang benar saja. Aku memilih pergi, tidak jadi membeli. Dengan uang belanja yang pas-pasan, aku harus berpikir keras untuk mendapatkan sayur dan lauk yang tepat. Di sini semua dijual dengan pembulatan sampai seribu. Tak ada recehan. Seperti supermarket tradisional saja, keterampilan menawar barangpun tidak terpakai di sini.</p>
<p>“Saya saat awal-awal tinggal di sini, sempat stres, Mbak. Harga-harga barang sangat mahal. Jadi harus pinter mengaturnya!” cerita seorang tetanggaku<br />
“Iya, uang lima ratus nggak laku. Pernah saya kumpulkan sampai satu kantong dan saya bawa pulang ke Jawa. Sampai digeledah petugas bandara karena dikira bawa emas,” cerita Bu Is yang suaminya pegawai di sebuah perusahaan asing penambang emas di Papua. Tapi, kebanyakan orang Indonesia tak tahu kalau Papua ada emasnya. Tahunya tambang timah. Kasihan betul negeriku ini…</p>
<p>Aku memang baru beberapa hari tiba di Timika Tengah, di kota kecil yang padat. Suamiku sudah lebih lama tinggal di sini. Ia merantau dan berdagang di sini sejak lima tahun yang lalu.</p>
<p>Sejak hari pertama, aku sadar untuk belajar banyak melapangkan dadaku. Bayangkan saja, saat melihat-lihat kota untuk pertama kalinya, ada pengendara sepeda motor yang meluncur tepat berhadapan dengan kami dari arah yang berlawanan, padahal kami berada di lajur kiri. Untung saja suamiku mengendarai sepeda motornya dengan pelan, sehingga tabrakan bisa dihindarkan.</p>
<p>“Ya, di sini kita harus banyak mengalah. Bahkan, kalau sampai ada anjing yang tertabrak, kita langsung kena denda!” Begitu suamiku menerangkan “peraturan” di jalan. Karenanya, ia tak pernah berani ngebut. Di sini aku memang melihat orang-orang begitu menyayangi anjingnya.</p>
<p>Papua. Tanah impianku ini memang tak seeksotik yang kubayangkan. Bayangan tumpukan sampah dan rumput liar yang mengisi tanah-tanah kosong, jelas bukan gambaran yang eksotik. Dulu, sebelum menikah, aku punya obsesi untuk tinggal di pulau ini. Sebuah kesadaran akan perluasan dakwah menumbuhkan semangat itu. Aku begitu bersemangat mendengar ceramah seorang ustadz tentang dakwah di Indonesia Timur. Aku lantas merasa terpanggil.<br />
Tidak terbayangkan bahwa Allah memberiku peluang itu. Sebuah tawaran untuk menikah dari seorang ikhwan di Papua aku terima beberapa bulan lalu. Saat itu hatiku begitu takjub. Allah hampir memenuhi obsesiku. Dengan cara inikah aku sampai ke Papua, ya Allah? Akhirnya dengan dukungan teman-teman dan orangtua, aku menerima lamaran itu. Dengan proses cepat, aku menikah secara sederhana. Dan Papua telah menungguku.</p>
<p>“Huek, huek!” Insiden telur busuk itu seolah tak bisa kulenyapkan dari pikiranku. Aku jadi mudah mual dan muntah-muntah. Bahkan, aku jadi sulit makan beberapa hari ini. Perutkupun terasa sakit sekali. Rasanya aku belum pernah merasakan sakit perut lebih dari ini. Keringat dingin mulai menetes di keningku. Badanku panas dingin.</p>
<p>Aku meninggalkan piring-piring yang belum kucuci. Segera aku masuk kamar, lalu mengoleskan minyak tawon di beberapa bagian tubuhku. Sambil menahan sakit, aku hanya tiduran sambil menunggu suamiku pulang.<br />
“Makanya, kalau disuruh makan itu nurut. Begini akibatnya, malaria. Di sini tidak baik membiarkan perut kosong. Rawan penyakit!” Ceramah suamiku saat mengendarai motor pulang dari klinik. “Masih untung malaria tertiana, kalau tropicana bisa-bisa bahaya. Ada teman yang kena syaraf sampai jadi gila, lho!”</p>
<p>“Abi jangan bikin takut gitu, ah.” Aku menyodok pinggangnya.<br />
“Eh, bener, di sini banyak yang begitu. Sudahlah, pokoknya besok Ummi harus banyak makan. Abi tidak mau melihat Ummi sakit!”<br />
“Tapi Ummi nggak bisa! Bau telur busuk itu masih teringat terus. Atau, Ummi nggak masak dulu? Ganti Abi yang masak, ya?” He-he-he, akhirnya keluar juga manjaku.</p>
<p>Begitulah, dalam beberapa hari suamiku mengerjakan tugas domestik. Badanku masih lemah. Obat malaria yang sangat pahit itu juga mengurangi nafsu makanku. Cuma roti dan susu yang bisa selamat kucerna. Makanan lain masih termuntahkan.</p>
<p>Konon, wabah malaria adalah sapaan hangat bagi pendatang di pulau ini. Pokoknya bukan orang Papua kalau belum kenalan dengan malaria. Makan kina seperti makan permen saja bagi orang Papua. Padahal, rasanya pahit sekali.<br />
Setelah pulih, aku sangat ingin jalan-jalan.</p>
<p>“Sudah kuat? Nanti sakit lagi,” ujar suamiku.<br />
“Buat refreshing lah, Bi.”<br />
“Risiko nggak ditanggung, lho!”<br />
“Ya, pokoknya keluar. Ke mana saja deh. Cari matoa juga boleh,” pintaku penuh semangat.</p>
<p>Beberapa kali aku sempat melihat orang menjual matoa di pasar. Sekarang lagi musim matoa, buah asli Papua. Bentuknya lonjong, sedikit lebih besar dari telur puyuh, dan rasanya mirip kelengkeng. Harganya relatif murah dibanding buah lainnya.</p>
<p>“Apa kerja mereka, Bi?” tanyaku saat melihat beberapa penduduk asli yang asyik mengobrol di pinggir jalan yang kami lewati.</p>
<p>“Nggak tahu, ya. Masih banyak yang berladang dan hanya mengambil hasil hutan. Tapi, ada yang kerja di proyek bangunan.”</p>
<p>“Iya, kelihatannya mereka kuat-kuat. Yang perempuan juga. Ummi pernah lihat perempuan yang bekerja di proyek dekat apotek itu.”</p>
<p>“Abi, apa mereka baik pada kita?” Hatiku ragu. Aku melihat sorot mata tidak bersahabat saat kami melintasi mereka.</p>
<p>“Ya, sulit dikatakan. Mereka itu keras dan suka berkelahi. Kalau sedang marah, apalagi dengan pendatang, mereka tidak peduli orang mana, asal bukan dari kalangan mereka, ya jadi sasaran. Bagi mereka pendatang, ya pendatang.”</p>
<p>“Bahaya kalau gitu.”<br />
“Makanya, tidak aman pergi sendirian, apalagi perempuan.”<br />
Tak lama kulihat botol-botol minuman keras berceceran di jalan. Mabuk-mabukan agaknya sudah jadi kebiasaan di sini. Di pasar, aku juga sering melihat orang mabuk.</p>
<p>Suamiku juga menjelaskan praktek pelacuran yang sudah lazim di sini. “Di dekat jalan tadi itu banyak rumah-rumah buat ‘begituan’,” tambah suamiku. Ah, pantas saja Papua punya angka penderita AIDS yang begitu tinggi.</p>
<p>“Ke mana nih? Sudah sore,” tegur suamiku.<br />
“Ke dekat bandara saja. Pasti enak jalan-jalan sore begini.”<br />
Suamiku mengarahkan sepeda motornya keluar dari jalan raya, menyusuri jalan pinggir kota menuju bandara. Ada sebuah sungai yang cukup besar mengalir di tepinya. Airnya cukup jernih tapi gelap, sepertinya berlumpur dan banyak ganggangnya. Aku jadi ingat ikan air tawar yang aku beli di pasar kemarin. Kotor dan berlumut sehingga aku harus bekerja keras membersihkan sisiknya.<br />
“Kok dingin, ya? Rasanya aneh, bikin tidak enak badan.”</p>
<p>“Makanya, sebenarnya Abi tak ingin mengajak Ummi ke luar. Cuaca di sini beda. Maunya jalan-jalan, eh malah dapat penyakit nanti. Tapi, biar Ummi merasakan sendiri, daripada ngambek,” kata suamiku datar.</p>
<p>Suara serangga hutan yang berisik membuatku merasa tidak nyaman. Nyamuk-nyamuk hutan terasa berseliweran di sekitarku. Pohon-pohon besar dan rimbun membuat suasana gelap. Aku jadi ingin segera pulang. Tanpa banyak berdebat, suamiku menuruti keinginanku.</p>
<p>Kini aku tercenung, Terpikir kembali obsesiku untuk berdakwah di sini. Namun sekarang aku dihadapkan pada kondisi sesungguhnya. Orang-orang berperangai keras. Para pendatang yang matrealistis dengan tingkat moral yang memprihatinkan. Daerah transmigrasi yang kurang diminati karena kondisi jalan yang demikian buruk. Lingkungan yang rawan penyakit.</p>
<p>Lalu, bagaimana caraku berdakwah?<br />
Hatiku jengah. Aku teringat buku-bukuku yang tersusun rapi di rak. Bayangan materi dakwah yang kupelajari tiba-tiba hadir. Aku menarik napas perlahan. Bergunakah semua itu di sini? Dengan apa kuketuk hati mereka untuk dekat pada Allah? Hatiku sibuk berdialog.</p>
<p>Setelah sampai di rumah, aku lebih banyak diam. Berpikir. Hingga jauh malam aku sulit tidur. Sementara suara gitar dan nyanyian parau berbahasa aneh membuatku terasa berada di negeri asing.</p>
<p>“Apakah di tempat seperti ini, akan lahir anak-anakku nanti? Akan tumbuh seperti apa mereka?” Aku mencoba mengais harap. Aku teringat saat suatu siang kulihat kaki-kaki kecil berjalan tanpa sepatu dan bangunan sekolah yang tidak terawat. Wajah pendidikan yang meresahkan hati. Ada banyak yang mesti disiapkan. Dan aku mesti ambil bagian.</p>
<p align="justify">Sumber: http://www.ummigroup.co.id/?pilih=lihat&amp;id=685</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=17&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/07/01/menengok-tanah-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fitrahanugrah.blogsome.com/images/forever%20and%20one.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tanah impian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak jalanan</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/07/01/anak-jalanan/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/07/01/anak-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 13:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak. Ditengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=15&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/22/Utama/22anakja.gif" alt="anak jalanan" width="222" height="147" /><strong>Anak jalanan</strong> adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>Ditengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu <em>children on the street</em> dan <em>children of the street</em>. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu <em>children in the street</em> atau sering disebut juga <em>children from families of the street</em>.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.ykpmi.org/images/galeri/AnakJalanan1.jpg" alt="anak jalanan" width="192" height="198" />Pengertian untuk <em>children on the street</em> adalah <a title="Anak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak">anak</a>-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama <a class="new" title="Orangtua (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orangtua&amp;action=edit&amp;redlink=1">orangtuanya</a> dan senantiasa pulang ke <a title="Rumah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah">rumah</a> setiap <a title="Hari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari">hari</a>, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan <a class="new" title="Jadwal (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jadwal&amp;action=edit&amp;redlink=1">jadwal</a> yang tidak rutin.</p>
<p><em>Children of the street</em> adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.</p>
<p><em>Children in the street</em> atau <em>children from the families of the street</em> adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=15&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/07/01/anak-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suarapembaruan.com/News/2007/07/22/Utama/22anakja.gif" medium="image">
			<media:title type="html">anak jalanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ykpmi.org/images/galeri/AnakJalanan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak jalanan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam Kenangan</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/08/dalam-kenangan/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/08/dalam-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Yanatel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/2008/01/08/dalam-kenangan/</guid>
		<description><![CDATA[Foto No : 1. Ramah Tamah dengan Pengajar, bak menemukan perhatian &#38; kasih sayang yang hilang 2. Senyumnya tak seindah realitas kehidupanya 3. &#38; 5. Suasana rumah mereka, disanalah ia berteduh dari panas &#38; hujan 4. &#38; 6 Semangatnya untuk terus belajar membuat mereka nyaman dengan hadirnya Yayasan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=12&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/22790145@N04/2191849874/in/photostream/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2094/2191849874_77f632e0b9.jpg?v=0" align="top" height="281" width="500" /></a></p>
<p>Foto No :</p>
<p>1. Ramah Tamah dengan Pengajar, bak menemukan perhatian &amp; kasih sayang yang hilang<br />
2. Senyumnya tak seindah realitas kehidupanya<br />
3. &amp; 5. Suasana rumah mereka, disanalah ia berteduh dari panas &amp; hujan<br />
4. &amp; 6 Semangatnya untuk terus belajar membuat mereka nyaman dengan hadirnya Yayasan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=12&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/08/dalam-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2094/2191849874_77f632e0b9.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kita Perlu Teman</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/06/kita-perlu-teman/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/06/kita-perlu-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 19:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/2008/01/06/kita-perlu-teman/</guid>
		<description><![CDATA[Sedari kita lahir dan mulai beranjak dewasa, kita sudah mempunyai teman. Ada teman yang sangat kita cintai atau mungkin pula ada yang kita benci, naudzubillah. Seiring dengan perjalanan ruang dan waktu kita makin banyak teman. Dimulai dari rumah, sekolah, tempat kerja bahkan di tempat-tempat yang tidak kita duga sebelumnya. Itulah teman yang Allah takdirkan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=10&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Sedari kita lahir dan mulai beranjak dewasa, kita sudah mempunyai teman. Ada teman yang sangat kita cintai atau mungkin pula ada yang kita benci, naudzubillah. Seiring dengan perjalanan ruang dan waktu kita makin banyak teman. Dimulai dari rumah, sekolah, tempat kerja bahkan di tempat-tempat yang tidak kita duga sebelumnya. Itulah teman yang Allah takdirkan untuk mendampingi hidup kita.</div>
<p align="justify"><img class="alignleft" src="http://rabbani.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-ibu.jpg" alt="anak sholeh" />Tatkala kita sakit, ada teman yang bernama tetangga datang untuk menengok dan mendo&#8217;akan kita supaya lekas sembuh. Tatkala kita berkeluh kesah, ada teman kita yang bernama sahabat datang meredakan. Tatkala kita butuh kasih sayang dan kehangatan, datanglah teman kita yang bernama keluarga memberikan segala curahan kasih sayang dan perhatian yang kita butuhkan.</p>
<p align="justify"><span id="more-10"></span>Alhamdulillah, itulah yang patut kita ucapkan. Dunia ini terasa sangat berwarna ketika Allah SWT mengirimkan kepada kita teman-teman yang banyak dan beraneka ragam bentuk fisik serta karakter kepribadiannya. Ada teman yang bersifat keras, dialah yang membuat kita tegas. Ada teman yang bersifat lembut, dialah yang membuat kita sabar. Adapula teman yang bersifat masa bodoh, dialah yang membuat kita berfikir bagaimanakah supaya kita memperhatikan orang lain. Bahkan ada pula teman yang jahat, dialah yang membuat kita berfikir untukberbuat kebaikan. Subhanallah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ada ungkapan “mempunyai seribu teman terasa kurang, memiliki satu musuh terasa sesak.” Itulah arti pertemanan. Jika kita hitung-hitung jumlah teman semenjak kita lahir hingga sekarang mungkin sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Keluarga kita, tetangga di lingkungan kita, di masjid, di sekolah, di tempat kerja hingg di perjalanan yang penuh sesak dengan orang-orang. Banyak bukan? Tetapi mengapa kita selalu butuh teman? Itulah memang kodrat manusia yang Allah SWT berikan kepada kita : “&#8230;. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisaa:1)</p>
<p align="justify">Manusia membutuhkan banyak teman karena memang manusia banyak kebuttuhannya, tetapi juga banyak kekurangannya, sehingga dalam hidup ini perlu saling melengkapi.</p>
<p align="justify"><img src="http://localhost/anas/images/picture/air_terjun/amazing_water.jpg" alt="Image" hspace="6" align="right" /> Dari sekian banyak jumlah teman yang kita miliki, tentunya mereka tidak setiap hari bertemu atau bersama dengan kita. Ada yang karena tempat tinggalnya berjauhan, maka untuk bertemunya dilakukan dengan berkirim surat (email) atau telepon (HP). Ada teman yang karena profesi khususnya seperti dokter, maka kita menemuinya ketika badan terasa sakit dan memerlukan bantuannya. Sedangkan teman yang relatif selalu bersama kita adalah keluarga tempat kita dilahirkan, merekalah orang tua kita atau saudara-saudara kita. Walaupun banyak diantara kita yang sudah tidak satu rumah lagi, namun rasa ingin selalu bertemu mendorong kita untuk selalu menjumpai merteka. Adalagi teman yang selalu mendampingi dan mengiringi perjalanan kehidupan kita dalam suka dan duka, tempat kita mencurahkan isi hati kita, tempat kita menyandarkan ketenangan dan ketentraman, dialah pasangan hidup kita.</p>
<p align="justify">Kita perlu teman yang selalu mengingatkan kita akan kehidupan akhirat yang abadi. Teman yang selalu mendoakan kita dimanapun kita berada. Tidak terhalang ruang dan waktu. Karenanya, kitapun harus berbuat baik kepada mereka. “&#8230;. dan berbuat baiklah terhadap kedua ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”(QS. An-Nisaa : 36).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tetapi, persahabatan dan pertemanan terbaik adalah yang bisa berlangsung sampai akhirat. Itu adalah persahabatan orang-orang yang bertakwa.</p>
<p align="center">“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf : 67).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=10&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/06/kita-perlu-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rabbani.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-ibu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anak sholeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://localhost/anas/images/picture/air_terjun/amazing_water.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demo Zakat</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/demo-zakat/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/demo-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 02:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Yanatel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/demo-zakat/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=9&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2188/2197465480_aef701af28.jpg?v=0" align="left" height="188" width="245" /><img src="http://farm3.static.flickr.com/2150/2197465482_64abf8b79d.jpg?v=0" align="top" height="188" width="245" /></p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2003/2197465484_5dd878d53b.jpg?v=0" align="left" height="188" width="245" /><img src="http://farm3.static.flickr.com/2204/2197465490_5216f01d1d.jpg?v=0" align="top" height="188" width="245" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2006/2197465494_c8a9c5ccf1.jpg?v=0" align="left" height="188" width="245" /><img src="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00043.jpg" align="top" height="188" width="245" /></p>
<p><img src="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00062.jpg" align="left" height="188" width="245" /><img src="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00064.jpg" align="top" height="188" width="245" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=9&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/demo-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2188/2197465480_aef701af28.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2150/2197465482_64abf8b79d.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2003/2197465484_5dd878d53b.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2204/2197465490_5216f01d1d.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2006/2197465494_c8a9c5ccf1.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00043.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00062.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00064.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ruang Belajar</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/ruang-belajar/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/ruang-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 01:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Yanatel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/ruang-belajar/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=8&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/22790145@N04/2191849866/in/photostream/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2319/2191849866_5a44b47538.jpg?v=0" align="left" height="188" width="250" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/22790145@N04/2191849870/in/photostream/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2217/2191849870_26fda31612_m.jpg" height="188" width="250" /></a></p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/22790145@N04/2191849880/in/photostream/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2024/2191849880_7e4f7d240a.jpg?v=0" align="left" height="188" width="250" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/22790145@N04/2191849876/in/photostream/" target="_blank"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2001/2191849876_c53eb448fe_m.jpg" height="188" width="250" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=8&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/04/ruang-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2319/2191849866_5a44b47538.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2217/2191849870_26fda31612_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2024/2191849880_7e4f7d240a.jpg?v=0" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2001/2191849876_c53eb448fe_m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Tiga Murid</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/03/kisah-tiga-murid/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/03/kisah-tiga-murid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 12:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanatel.wordpress.com/2008/01/03/kisah-tiga-murid/</guid>
		<description><![CDATA[Sang Guru bijak, pagi itu menerima kembali tiga murid terbaiknya, yang telah pergi merantau selama tiga tahun. Mereka turun gunung dari kampung ke kampung dan dan dari kota ke kota, untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari Sang Guru: Apakah makna kekayaan bagi manusia? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan, siapakah yang akan menjadi pengganti sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=7&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><title></title>   	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--></div>
<p align="justify"><img src="http://localhost/jatibunder/images/serba_serbi/pernik2.jpg" align="right" height="220" width="119" />Sang Guru bijak, pagi itu menerima kembali tiga murid terbaiknya, yang telah pergi merantau selama tiga tahun. Mereka turun gunung dari kampung ke kampung dan dan dari kota ke kota, untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari Sang Guru: <b><i>Apakah makna kekayaan bagi manusia?</i></b> Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan, siapakah yang akan menjadi pengganti sang Guru kelak. Maka kini tibalah saatnya bagi mereka untuk menjawab pertanyaan Sang Guru:</p>
<p align="justify"><span id="more-7"></span></p>
<p align="justify">Murid Pertama berkata: <i>Ya Guru, setelah tiga tahun merantau, saya sampai pada kesimpulan, bahwa kekayaan adalah akar kejahatan. Dalam perjalanan, saya banyak menjumpai anak manusia yang rela melakukan berbagai kejahatan, melakukan tipu muslihat, kecurangan, perampokan bahkan pembunuhan untuk memperolah kekayaan. Bahkan setelah meraih kekayaan, mereka kemudian menggunakan kekayaan tadi untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji. Mereka gunakan kekayaan untuk berjudi, berzina, mabuk-mabukan dan madat. Tidak ada kebaikan sedikitpun dari kekayaan. Demikianlah pengamatan saya, oh Guru.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru: <i>Oh menarik sekali pengamatanmu murid. Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Pertama: <i>Manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan yang merupakan sumber kejahatan ini Guru. Supaya selalu dekat dan ingat kepada Yang Maha Esa, kita harus hidup jauh dari kekayaan. Kita dekatkan diri kita kepada Yang Maha Esa dengan meninggalkan ikatan keduniawian seperti halnya kekayaan ini Guru. Kita harus memurnikan hati kita dengan meninggalkan hal-hal yang dapat membuat hati kita terpaut kepada selain Tuhan Yang Maha Esa. Demikian menurut pendapat saya, oh Guru.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru tersenyum: <i>Engkau sungguh memiliki kemuliaan wahai murid pertama. Aku bangga kepadamu.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Kedua: <i>Mohon maaf Guru, saya punya pendapat yang berbeda. Selama perjalanan, saya banyak berjumpa dengan raja dan saudagar kaya yang sangat dermawan. Mereka membangun tempat ibadah, mereka membangun tempat tinggal untuk orang miskin, mereka menyantuni anak yatim, mereka memberi makanan dan pertolongan untuk orang yang kesusahan. Mereka mencari kekayaan yang sangat banyak, namun juga menggunakannya untuk kebaikan banyak orang. Murid sampai pada satu kesimpulan, bahwa kekayaan adalah sumber kebaikan, yang akan membawa umat manusia kepada kebaikan. Demikian pendapat saya, oh Guru.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru: <i>Oh, sungguh luar biasa pengamatanmu muridku. Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Kedua: <i>Manusia harus mencari kekayaan sebanyak-banyaknya Guru. Dengan memiliki kekayaan yang cukup, maka manusia dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dengan kekayaan yang cukup maka manusia dapat memperolah pendidikan yang baik, dapat beribadah dengan tenang, dapat bersedekah, dapat menolong keluarga dan sesama manusia yang membutuhkan. Manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harus melakukan seganap upaya agar manusia terbebas dari kemiskinan dan memperoleh kekayaan. </i>Demikian pendapat murid kedua.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru tersenyum: <i>Engkau adalah samudera kebijaksanaan wahai murid kedua. Aku bangga kepadamu.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru berpaling ke Murid Ketiga: <i>Murid ketiga, bagaimana menurutmu?</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Ketiga: <i>Guru, selama perjalanan, saya telah berjumpa dengan orang kaya yang baik, namun ada juga orang kaya yang jahat. Saya bertemu dengan orang miskin yang baik, dan ada orang miskin yang jahat. Saya menjumpai ada orang kaya yang taat beribadah dan selalu ingat pada Tuhan nya, namun ada juga orang kaya yang lupa pada Tuhan. Seperti halnya ada orang miskin yang selalu ingat pada Tuhan, dan ada juga orang miskin yang lupa pada Tuhan. Banyak orang kaya yang …</i>(belum selesai pembicaraan sang murid, tiba-tiba&#8230;.)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru tersenyum: <i>Jadi apa maksudmu muridku yang baik?</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Ketiga: <i>Maksud saya, ternyata kekayaan adalah sekedar alat. Semuanya akan kembali kepada diri kita sebagai manusia. Manusia yang memiliki tujuan hidup yang baik, akan menggunakan kekayaan sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan. Demikian maksud saya, oh Guru.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru: <i>Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Ketiga: <i>Manusia haruslah mengetahui hendak kemana ia akan menuju. Dengan demikian, apa pun yang dimilikinya di dunia ini hanyalah alat, bukan tujuan. Termasuk kekayaan.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru: <i>Lalu hendak kemanakah manusia menuju?</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Murid Ketiga: <i>Manusia adalah semata ciptaan Allah Yang Maha Esa. Kesanalah semua manusia menuju. Jika manusia menyadari tujuannya, kekayaan dapat menjadi kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Esa. Namun jika sebaliknya, maka kekayaan dapat juga menjauhkan manusia dari Allah Yang Maha Esa.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru tersenyum: <i>Muridku, sungguh engkau adalah sumber kebijaksanaan dan samudera pengetahuan.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sang Guru menundukkan kepala menghormat murid ketiga: <i>Engkaulah Guru baru di perguruan ini.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dan kedua murid yang lain, serentak menunduk hormat pada Murid Ketiga.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=7&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2008/01/03/kisah-tiga-murid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://localhost/jatibunder/images/serba_serbi/pernik2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anak-anak yang terlantar</title>
		<link>http://yanatel.wordpress.com/2007/12/28/anak-anak-yang-terlantar/</link>
		<comments>http://yanatel.wordpress.com/2007/12/28/anak-anak-yang-terlantar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 08:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanatel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[SEPUHUN kayu daunnya rimbun, lebat bunganya serta buahnya, walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya, walaupun hidup seribu tahun kalau tak sembahyang apa guuunanya, _ cek kecrek_. cek kecrek. Itulah sebait lagu yang biasa dinyanyikan seorang pengamen kecil, sebut saja AB yang biasa beroperasi di Bis Damri jurusan Bandung-Jatinangor. AB hanyalah satu dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=1&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignleft" src="http://royghofur.files.wordpress.com/2007/08/anak_jalanan.jpg?w=200&amp;h=180" alt="anak terlantar" />SEPUHUN kayu daunnya rimbun, lebat bunganya serta buahnya, walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya, walaupun hidup seribu tahun kalau tak sembahyang apa guuunanya, _ cek kecrek_. cek kecrek.</p>
<p align="justify"><span id="more-1"></span></p>
<p align="justify">Itulah sebait lagu yang biasa dinyanyikan seorang pengamen kecil, sebut saja AB yang biasa beroperasi di Bis Damri jurusan Bandung-Jatinangor. AB hanyalah satu dari ribuan anak jalanan yang menjadi pengamen di Indonesia. Masih banyak rekan-rekan AB yang menggantungkan hidupnya di jalanan. Mungkin AB &#8220;lebih beruntung&#8221; dibandingkan sebagian anak lain yang menjadi pekerja seks.</p>
<p align="justify">Sejak krisis ekonomi tahun 1999, jumlah anak jalanan di Indonesia meningkat 85 persen. Menurut data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2002 jumlah anak terlantar usia 5 -18 tahun sebanyak 3.488.309 anak di 30 provinsi. Sedangkan balita yang telantar berjumlah 1.178.82, dan anak jalanan tercatat ada 94.674 anak. Anak nakal 193.155. Anak yang membutuhkan perlindungan khusus sekitar 6.686.936 anak, dan yang potensial telantar sebanyak 10.322.674 anak. Yang lebih dahsyat lagi, sekitar 36.500.000 anak Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.</p>
<p align="justify">Jelas anak-anak yang berada dalam lingkungan seperti ini sangat rawan tindak kekerasan, pengabaian, dan eksploitasi. Bila hal ini terus dibiarkan, maka akibatnya akan sangat fatal, yaitu hilangnya generasi beradab di Indonesia. Masa depan bangsa kita dua sampai tiga puluh tahun yang akan datang akan sangat tergantung pada kualitas anak-anak yang kini berusia 0-18 tahun.</p>
<p align="justify">DATA-data di atas hanyalah fenomena secara fisik (child abuse). Menurut Prof Sartono Mukaddis ada eksploitasi lain yang tidak kalah bahayanya, yaitu eksploitasi dan pengabaian secara psikologi. Eksploitasi dan pengabaian ini sebenarnya dapat dikategorikan sebagai tindak kekerasan terhadap anak. Bentuknya bisa pemakaian labeling atau pencitraan buruk, memarahi anak dengan kata-kata yang tidak pantas, bisa pula memperlakukan anak sebagai unwanted child (anak yang tidak diinginkan kelahirannya) dengan menitipkannya di panti asuhan.</p>
<p align="justify">Bila melihat corak child abuse yang bersifat psikologis ini, maka yang terkena tidak hanya anak dari keluarga miskin, tapi juga anak-anak dari keluarga berada. Jadi jumlahnya akan berlipat-lipat dari data yang diungkapkan oleh BPS.</p>
<p align="justify">HAL yang paling membahayakan bagi anak yang mengalami eksploitasi&#8211;baik secara fisik maupun psikologi&#8211;adalah hilangnya hak mereka untuk mengenal Tuhannya. Mengenal Tuhan adalah kebutuhan yang paling asasi bagi seorang anak dan manusia umumnya. Tanpa mengenal Tuhan, manusia akan kehilangan pegangan di masa depan. Apa jadinya kalau orang tidak tahu siapa Tuhannya. Kalau ia pintar, maka pintarnya akan keblinger. Kalau ia berkuasa, maka ia akan menjadi penguasa yang korup lagi zalim. Kalau ia berwajah menawan, maka wajahnya akan dipakai untuk mengelincirkan orang. Begitu pula kalau ia miskin, maka kemiskinannya akan mendekatkannya pada kekufuran.</p>
<p align="justify">Seseorang yang mengenal Tuhannya akan mampu merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah di sekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Ia memasuki dunia spiritual. Ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. Ia merasa bahwa alamnya tidak terbatas pada apa yang disaksikan dengan alat-alat indranya. Yang lebih penting, ia akan memiliki kontrol dari dalam yang akan mengendalikan setiap prilakunya.</p>
<p align="justify">Oleh karena itu, fungsi keluarga sebagai madrasah bagi anak harus benar-benar difungsikan kembali. Setiap orang, terutama yang telah berkeluarga harus mampu menjadikan rumah tangganya sebagai tempat curahan cinta dan kasih sayang. Seperti kata Rasulullah, &#8220;Rumahku Syurgaku&#8221;. Dari keluarga semacam inilah akan lahir anak-anak yang tercerahkan lahir dan batinnya. Semakin banyak orangtua yang sadar akan hal ini, maka fenomena anak yang ditelantarkan fisik dan jiwanya akan berkurang. Tentunya dukungan pemerintah pun menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Wallahu a&#8217;lam (Ems)</p>
<p align="justify">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yanatel.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yanatel.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanatel.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanatel.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanatel.wordpress.com&amp;blog=2402034&amp;post=1&amp;subd=yanatel&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanatel.wordpress.com/2007/12/28/anak-anak-yang-terlantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/37bb897701255057316125dc776b06a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanatel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://royghofur.files.wordpress.com/2007/08/anak_jalanan.jpg?w=200&#38;h=180" medium="image">
			<media:title type="html">anak terlantar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
